Innahu Min Ibnu Muhammad, Wa innahu BismillahirRahmaniirRahim.

“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah   dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu  maka kamu menjadi bersaudara sedangkan kamu diatas tepi jurang api neraka, maka Allah mendamaikan antara hati kamu. Demikianlah Allah menjelaskan ayat ayatnya  agar kamu mendapat petunjuk”

(Q.S. Ali Imron ayat 103)

 

Ruangan ini dibina dengan harapan dapat membuka mata hati serta menjernihkan jiwa mereka mereka yang mengaku dirinya Islam, Muslim, Mukmin, dan sebagainya. Bermula anak Adam itu bersabit dengan kualiti hatinya. Lantaran itu ku layarkan di sini, bait bait kata yang berupa peringatan buat diri ku dan diri mu. Muga ianya menjadi panduan di dalam merempuh gelombang kemungkaran di hari ini.

 

Sebagaimana firman-Nya; “Oleh sebab itu berilah peringatan karena peringatan itu bermanfaat. Orang-orang yang takut kepada Allah akan mendapat pelajaran, orang-orang kafir dan celaka akan menjauhinya.” (Al-A’la: 9-11).

 

 

Mutu yang asli dari alam keTuhanan tercemar lantaran jiwa disirami kefasiqkan. Muslim dan Mukmin adalah dua perkara yang berbeza wahai saudara ku. Selamilah dirimu dan bangkitlah dengan kebenaran. Muga-muga diri mu dan diri ku beroleh rahmat di sisinya. Ingatlah Wahai diri ku dan diri mu. Kebenaran itu tidak lah jauh dari sisi kita, kias dan ibarat seumpama berfaraknya mata hitam dan mata putih kita sahaja.

 

Demi masa… Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal soleh dan mereka yang berpesan-pesan dengan kebenaran dan berpesan-pesan dengan kesabaran. (Surah al-Ashr, ayat 1 – 3)

 

 

 

Ana Faqir Wal Haqir IllalAllah

SuryaKencana

No. 313, Jalan Puncak Harapan 1

Tanah Jawi.

 

1 Response to “About”


  1. 1 suffian hamzah July 10, 2008 at 6:06 am

    kepada penulis,saya amat kagum dengan semangat yg ada pada diri anda,rasa2nya sudah bersedia ke islam di luar sana,atau masih menunggu hari yg sesuai.kerana untuk bergerak kita memerlukan akal dan fikiran yg cukup bijak untuk mengatur setiap langkah,sepatutnya kita duduk berbincang kalau kita sudah bersedia untuk bergerak.


Comments are currently closed.




%d bloggers like this: